Presiden Jokowi Buka Pawai Kesenian Bali 2016

254 views

image

JAKARTA (Riauinfo) – Presiden Jokowi betul-betul menghibur masyarakat Bali di pawai pembukaan Pesta Kesenian Bali ke-38 tahun 2016, Sabtu, 11 Juni. Arak-arakan dengan pakaian adat, tarian dan gamelan khas Pulau Dewata di depan Monumen Perjuangan Rakyat Bali di Denpasar itu sangat meriah. Apa yang membuat warga Bali terlihat happy?  Pertama, begitu turun dari Mercy Hitam berpelat nomor Indonesia-1, Presiden dan Ibu Negara Iriana Jokowi terlihat mengenakan setelan baju dan sarung khas Bali. Udeng berwarna kombinasi merah-emas dan unggu serasi dikenakan Presiden RI ke-7 itu. Ribuan audience yang sudah menanti dua jam sebelumnya mengeluarkan smartphone-nya. Mengabadikan momentum tersebut.   Kedua, seperti dituturkan Menteri Pariwisata Arief Yahya dalam siaran persnya yang diterima “Riau Info”: di Jakarta kemain, Presiden Jokowi menyapa masyarakat dengan melambaikan tangan kanannya dalam jarak dekat. Tak sampai 5 meter, hanya terhalang boulevard di antara dua lajur jalan di pusat kota Denpasar itu. Suara teriakan orang pun tidak bisa dihindarkan. Perjalanan sekitar 100 meter sepanjang jalan yang sayap kirinya sudah dipasang tenda dan tempat duduk VIP itu semacam “obat kangen” antara rakyat dan pemimpin pilihannya.   Ketiga, saat memberi sambutan pun Presiden Jokowi membuka dengan bahasa lokal Bali. Kebetulan bahasa Bali itu cukup dekat dengan Jawa Kromo Inggil. “Punapi gatrane? (Artinya, Apa kabarnya? Becik? Baik?” kata-kata pertama yang diucapkan Jokowi. Sontak, ribuan warga pun koor tanpa diminta oleh conductor, dengan menjawab “Becik!” Jawabnya,   Tiga hal di atas, betul-betul membuat orang Bali semakin terpesona.   Sambutannya juga dibuat super singat, hanya 2 menit. Mungkin ini pidato paling cepat di dunia, di depan ribuan pasang mata yang sudah 2 jam lebih tertib menunggu. Mantan Gubernur DKI itu menyadari, suasananya outdoor, matahari terik menyengat, dan persis di bulan puasa. Presiden juga paham, publik sudah ingin segera menyaksikan pawai, tradisi yang sudah  sejak 38 tahun lalu digelar tiap tahun.  “Pawai Pesta Kesenian Bali ini bukan saja bermakna Budaya dan Pendidikan, tetapi juga fungsi Ekonomi!,” sambut Presiden Jokowi saat sebelum Pawai Pesta Kesenian Bali ke-38 itu dibuka.

Pawai kesenian ini dilangsungkan selama 1 bulan dari 11 Juni sampai 9 Juli non stop. Presiden mengaku gembira bisa hadir dan berada di  Bali. “Momentum peresmian Pawai Pesta Kesenian Bali yang ke-38 sangat ditunggu rakyat, oleh masyarakat dan oleh turis-turis mancanegara,” ucap Presiden.  Presiden yang hadir bersama Ibu Negara Iriana Joko Widodo mengatakan  Pesta Kesenian Bali bukan semata pesta rakyat atau festival seni tetapi juga  kegiatan yang memiliki fungsi budaya,  pendidikan dan  penggerak ekonomi masyarakat, utamanya rakyat Bali. Presiden mengakhiri sambutan dengan meresmikan PKB ke-38. “Dengan memohon Waranugraha Ida Sang Hyang Widhi Wasa, Pawai Pesta Kesenian Bali ke 38 tahun 2016, dengan resmi saya nyatakan dimulai,” ujar Presiden.  Turut hadir mendampingi Presiden dan Ibu Iriana, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Anies Baswedan, Menteri Pariwisata Arief Yahya, Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin, Sekretaris Kabinet Pramono Anung dan Gubernur Bali Made Mangku Pastika.
  Menpar Arief Yahya mengapresiasi pesta kesenian yang durasinya paling lama di Indonesia itu. Pawai budaya ini start di depan Monumen Bara Sandhi sampai ke Taman Budaya. Pentas keseniannya sendiri digelar di Taman Budaya (Art Center), Denpasar. “NTT ikut tampil, itu bagus. Ke depan daerah lain bisa ikut tampil di parade ini, bisa ikut mempromosikan kesenian termasuk daerahnya sendiri. Karena ada banyak wisman yang menyaksikan pesta kesenian ini,” ujar Arief Yahya, Menteri Pariwisata.   Perwakilan dari Prancis, India dan Timor Leste juga ikut tampil di pawai kesenian itu. Jika negara lain diundang, akan lebih banyak yang bakal tampil, dan mereka akan membawa tim reportage medianya. Pamor Bali dan Wonderful Indonesia akan semakin terdongkrak. “Bali semakin kokoh dengan positioning destinasi budaya yang punya magnit paling kuat di dunia,” ungkap Arief Yahya.  Menpar juga menjelaskan, tema PKB ke–38 tahun 2016 “Karang Awak” artinya Mencintai Tanah Kelahiran. Ini bermakna dalam untuk membangun dan melestarikan budaya, menaikkan mutu agar dapat tetap unggul dalam menghadapi persaingan global. Karang Awak ini menjadi tonggak bagi para seniman untuk selalu mencipta karya – karya seni yang inovatif, yang melindungi Bali sebagai pusat seni dan budaya. 
”Pesta Kesenian ini pertama kali digelar tahun 1978,  setiap Minggu kedua Juni, yang jatuh pada hari Sabtu, dan berlangsung selama satu bulan. Inisiatornya adalah Gubernur Bali Ida Bagus Mantra, 1978-1988,” jelas Arief Yahya yang juga mengenakan baju adat Bali itu. (Herman Ami)

Posting Terkait