Riau Berkembang Jadi Daerah Penting di Indonesia

487 views
USAI dilantik Menteri Dalam Negeri Gamawan Fauzi sebagai Penjabat Gubernur Riau, Djohermansyah Djohan mengaku bahwa perkembangan Riau dibawah kepemimpinan HM Rusli Zainal dan Mambang Mit melesat cepat. Dulu, menurut dia, Riau kurang diperhitungkan di tingkat nasional. Namun sekarang Riau menjadi salah satu daerah penting di Indonesia.

Pertumbuhan yang pesat itu juga dapat dilihat dari pertumbuhan perekonomian yang selalu melampaui rata-rata nasional. “Dari sini saja kita dapat melihat betapa pesatnya perkembangan provinsi Riau. Dan ini tentunya sangat membanggakan kita,” ungkapnya.

Sementara itu di tempat terpisah, Sekretaris Daerah Pemerintah Provinsi Riau, Zaini Ismail, menyatakan optimistis daerah ini mencapai target pertumbuhan ekonomi tahun 2013 yang dipatok sebesar 7,81 persen.

“Riau optimistis mencapai target pertumbuhan ekonomi sebesar 7,81 persen merujuk atas keberhasilan pecapaian target tahun 2011 dan 2012 yang terus meningkat dari 7,63 persen menjadi 7,76 persen,” kata Zaini Ismail.

Dalam menjawab pandangan umum fraksi DPRD Provinsi Riau atas nota keuangan Raperda APBD Perubahan tahun 2013, Zaini yang mewakili Gubernur Riau mengatakan pertumbuhan ekonomi ini sejalan dengan target peningkatan investasi dalam negeri dan luar negeri.

Untuk tahun 2013, kata dia, peningkatan investasi luar dan dalam negeri sudah mencapai sebesar Rp59,724 miliar. “Oleh karena itu target tersebut diyakini akan tercapai apalagi Provinsi Riau sampai kini merupakan daerah dengan tingkat investasi PMDN secara nasional dan berada pada posisi ketujuh,” katanya.

Sementara itu untuk investasi PMA secara nasional berada pada posisi ke enam. Untuk lebih meningkatkan investasi tersebut masih harus didukung antara lain dengan penyiapan kawasan industri, infrastruktur dasar, infrastruktur kepelabuhanan dan memberikan kemudahan dalam pelayanan perizinan.

Berkaitan dengan infrastruktur kepelabuhanan, pemerintah Provinsi Riau bekerja sama dengan pemerintah kabupaten dan kota meningkatkan fungsionalisasi transportasi ASDP seperti Ro-Ro Dumai-Pualu Ruoat dan Ro-Ro Buton, Selat Panjang (Kabupaten Meranti).

Upaya ini dilakukan untuk lebih meningkatkan aksesbilitas serta mobilitas pergerakan orang, barang dan jasa.

Pemrov Riau juga memprioritaskan pembangunan pelabuhan rakyat yang terintegrasi dengan transportasi darat guna penyamarataan akses bagi percepatan pembangunan ekonomi daerah dan masyarakat.

Terbesar Nomor Tiga

Hal yang sama juga diakui Kepala Kantor Wilayah Sumbar-Riau (Sumatera Barat Kepulauan Riau) PT Jamsostek (Persero) Rizani Usman. Dia berani mengklaim, pertumbuhan ekonomi di Riau merupakan pertumbuhan paling besar ke tiga di Tanah Air, yakni bertumbuh sekitar 8 persen.

Mengingat pertumbuhan perekonomian Riau salah satu yang tertinggi di Indonesia, maka dengan didirikannya kantor wilayah Sumba Riau per 1 Mei 2013 ini PT Jamsostek bisa bertumbuh.

“Kantor wilayah ini akan strategis, dengan kerjasama Pemerintah di daerah masing-masing pertumbuhan ekonomi Riau diharap akan lebih tumbuh. Karena saat ini Riau merupakan pertumbuhan ekonomi yang baik yakni 8 persen, itu nomor 3 tertinggi lho di Indonesia. Seiring ini saya pastikan pertumbuhan Jamsostek juga akan ikut bertambuh,” ujar Rizani usai konferensi pers Sosialisasi PT Jamsostek (Persero) di Padang, Plaza Andalas, Sabtu (29/6/2013).

Lebih lanjut dia mengungkapkan, bahwa Riau merupakan tujuan investasi yang cukup besar. Maka, dengan adanya Kanwil Sumba Riau PT Jamsostek, ke depannya setiap perusahaan besar yang menjadi target investasi tersebut bisa lebih fokus untuk melindungi para pekerjanya.

“Kanwil ini (Sumba Riau) sangatlah strategis dan juga lebih fokus dalam rangka melindungi pekerja-pekerja dari suatu perusahaan di Sumba Riau,” tukasnya.

Sebagai Informasi, kantor wilayah PT Jamsostek sebelumnya hanya ada 8 Kanwil yakni di Sumatera Bagian Utara, Sumatera Bagian Selatan, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur Banusra (Bali, Nusatenggara), Kalimantan dan Sulawesi. Namun demikian per 1 Mei 2013 Kanwil bertambah 3 menjadi 11 yakni Kanwil Sumba Riau yang mencakup Padang, Riau dan Kepulauan Riau. Lalu Banten Raya dan juga Ambon.

Terus Tumbuh

Sementara itu, pertumbuhan dan strukur ekonomi Riau menurut komponen penggunaan termasuk migas pada triwulan ketiga tahun 2013 juga mengalami peningkatakan positif sebesar 2,67 persen.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Riau Mawardi Arsyad mengatakan, peningkatakan positif sebesar 2,67 persen itu dibandingkan triwulan dua tahun 2013. Sumber pertumbuhan tertinggi berasal dari pengeluaran konsumsi rumah tangga sebesar 1,03 persen.

Apabila dibandingkan dengan triwulan yang sama tahun sebelumnya, perekonomian Riau tumbuh 2,35 persen dengan pertumbuhan tertinggi terjadi pada komponen pengeluaran konsumsi rumah tangga yang tumbuh 7,98 persen dan menjadi sumber pertumbuhan tertinggi sebesar 3,05 persen.

“Perekonomian Riau tanpa migas triwulan III tahun 2013 mengalami pertumbuhan positif sebesar 3,53 persen terhadap triwulan dua tahun 2013,” katanya.

Pertumbuhan tertinggi terjadi pada sektor pengeluaran konsumsilembaga swasta nirlaba 8,77 persen. Sementara sumber pertumbuhan tertinggi dari pengeluaran konsumsi rumah tangga sebesar 1,89 persen.

Apalagi bila dibandingkan dengan triwulan sama tahun sebelumnya, perekonomian Riau mengalami pertumbuhan 4 persen dengan pertumbuhan tertinggi terjadi pada pengeluaran konsumsi rumah tangga 7,89 persen dan sumber pertumbuhan tertinggi juga berasal dari pengeluaran konsumsi rumah tanggal 5,64 persen.

Mawardi menjelaskan, struktur ekonomi Riau termasuk migas pada triwulan tiga tahun 2013 didomini ekspor 42,14 persen, pengeluaran konsumsi rumah tangga 32,35 persen dan pmtb 24,54 persen.

Struktur ekonomi Riau tanpa migas pada triwulan tiga tahun 2013 didominasi komponen pengeluaran konsumsi rumah tangga dengan kontribusi 49,46 persen disusul eskpro 36,26 persen dan pmtb 19,93 persen. (Adv)

Foto Lainnya:

Posting Terkait