RIAU JADI IDOLA INVESTOR Gubri: Jangan Dianggap Riau Tidak Perlu Bantuan

557 views
RIAU JADI IDOLA INVESTOR

RIAU JADI IDOLA INVESTOR

BALI (RiauInfo) – Gubernur Riau (Gubri) HM Rusli Zainal SE MP mengaku sangat bersyukur atas potensi dan kekayaan alam yang dimiliki Riau. Namun bukan berarti Riau tidak perlu bantuan dari Pemerintah Pusat untuk membangun berbagai sarana infrastruktur demi mempercepat roda pembangunan. Oleh karena itu, jangan pernah ada anggapan dari Pemerintah Pusat bahwa Riau cukup mampu dan tidak perlu dibantu.

“Justru seharusnya Pemerintah Pusat memberikan dukungan yang maksimal untuk mengembangkan berbagai potensi yang ada di Riau, bila memang kita ingin meningkatkan pertumbuhan ekonomi, menurunkan angka kemiskinan dan pengangguran, karena semua potensi yang ada di Riau itu semua sudah idle (tersedia) tinggal bagaimana kita mengembangkan sehingga memberikan value added bagi masyarakat,” kata Gubri Rusli saat mendapat kesempatan berbicara pada Rapat Kerja dengan Presiden dan Wapres bersama seluruh menteri dan gubernur se-Indonesia di Istana Tampak Siring, Bali (Senin, 19/4).

Rapat kerja ini direncanakan akan berlangsung hingga Rabu (22/4) mendatang.
Pada kesempatan itu, Presiden meminta semua pihak, terutama para gubernur untuk berupaya dengan serius meningkatkan angka pertumbuhan ekonomi, menurunkan angka kemiskinan dan pengangguran di daerah masing-masing.

Terkait hal itu, Presiden meminta masing-masing gubernur untuk menyampaikan berbagai problem yang dihadapi untuk dicarikan solusinya, sehingga apa yang diinstruksikan Presiden tersebut bisa tercapai.

Ditegaskan Gubri Rusli, saat ini Riau sudah menjadi salah satu daerah yang memiliki perkebunan sawit terluas di Indonesia. Selain sejak dulu terkenal dengan kekayaan minyak, hutan dan adanya dua perusahaan pulp atau bubur kertas terbesar di Asia Tenggara (PT RAPP dan IKPP).

Sayangnya, potensi yang begitu besar tersebut belum ditunjang dengan sarana infrastuktur yang memadai, apakah jalan, jembatan terlebih listrik. Akibatnya, potensi dan kekayaan yang sudah di depan mata itu, belum dapat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat luas.

“Sekarang sawit itu kita baru bisa ekspor gelondongan. Yang dapat nilai tambahnya bukan kita, tapi negara lain. Seharusnya kita mampu membuat industri hilirnya. Akibatnya, setiap tahun kita rugi triliunan rupiah,” ungkapnya seraya menambahkan bahwa baru-baru ini dirinya bicara dengan Dirjen Pajak, katanya Riau memberikan kontribusi pajak sekitar Rp 11 triliun per tahun. Seandainya mampu dibangun downstream atau industri hilir
dari kepala sawit, Gubri yakin Riau bisa memberikan pajak di atas Rp20 triliun per tahun.

Oleh karena itulah, sekali lagi Gubri meminta Pemerintah Pusat untuk benar-benar mendukung pembangunan infrastruktur di Bumi Lancang Kuning demi mempercepat roda pembangunan. Gubri mengungkapkan bahwa Pemprov Riau sudah menggelontorkan dana mencapai Rp2 triliun untuk membangun jalan. Sayangnya, belum maksimal. Padahal itu dana yang tidak kecil.

“Coba bayangkan, pabrik-pabrik sawit itu kadang keluar dengan beban mencapai 60 ton, sementara kekuatan jalan kita hanya 8 ton, ya hancur. Jalan rusak dimana-mana. Tapi kalau dilarang, ya tidak jalan pabriknya. Hal-hal seperti inilah yang seharusnya menjadi perhatian kita semua,” tegas Gubri lagi.

Jadi Idola Investor

Pada kesempatan yang sama, juga terungkap bahwa saat ini ternyata Riau menjadi salah satu daerah yang menjadi idola investor. Ini terungkap dari data yang dipaparkan Kepala BKPM Gita Wirjawan. Ia memaparkan bahwa Riau termasuk salah satu dari 10 daerah yang menjadi tujuan investasi di Indonesia. Riau juga menjadi daerah tujuan nomor satu di Sumatera untuk investasi jenis PMDN.

Selain itu, Gita juga menyebut bahwa baru-baru ini pihaknya menetapkan 7 daerah yang masuk Regional Championship, dimana Riau berada pada urutan pertama. Tujuh daerah ini yakni, Riau, Sumsel, Jabar, Jatim, NTT, Kaltim dan Papua. Daerah-daerah ini akan menjadi prioritas BKPM untuk ditawarkan potensi-potensinya kepada para investor. Tujuh daerah ini juga akan menjadi andalan BKPM untuk meningkatkan angka investasi di Indonesia.(ad)

Posting Terkait