Seni dan Budaya Memiliki Nilai-Nilai Luhur

817 views
news2220BENGKALIS (RiauInfo) – Bupati Bengkalis diwakili Asisten III H Arianto mengatakan, sebagai pantulan cermin marwah bangsa, seni dan budaya memiliki nilai-nilai yang luhur yang harus dan terus dilestarikan serta diwariskan agar dapat dicerna dan dihayati.

Hal itu dikemukakan Arianto ketika memberikan kata sambutan pada acara Jamuan Selamat Datang Semarak Zapin Serantau 2007 di Gedung Kesenian Cikpuan Bengkalis, Sabtu (1/9) malam lalu.

Menurutnya, seni bukan hanya perwujudan lahiriah dari suatu kebudayaan, tetapi juga mengandung makna dan sarat dengan nilai-nilai yang dapat dijadikan acuan kehidupan. Termasuk juga zapin.

“Sebagai sebuah seni yang kental dengan roh dan alam melayu, zapin telah mencercahkan dirinya pada magam yang teristimewa dalam kebudayaan melayu,” jelas mantan Kepala Bagian Tata Usaha Bappeda Bengkalis ini.

Pada bagian lain, Arianto mengatakan, kebudayaan daerah ini yang dimiliki, mempunyai peran penting untuk menyaring dampak negatif kebudayaan yang datang dari luar. Lebih-lebih yang tidak sesuai dengan adat resam Melayu.

“Disamping itu, kebudayaan yang ada di daerah ini juga memiliki arti strategis dan dapat berfungsi sebagai alat perekat dan untuk mempererat rasa kebersamaan,” tambahnya.

Karena itu, atas nama Pemkab Bengkalis, Arianto menyambut baik dilaksanakannya Semarak Zapin Serantau yang digagas Dewan Kesenian Bengkalis (DKB) ini. Sebab menurutnya, kegiatan ini memiliki peran strategis.

“Khususnya di dalam melestarikan zapin sebagai salah satu seni adat resam Melayu, maupun untuk menyampaikan muatan nilai-nilai yang terkandung di dalamnya,” imbuh Arianto.

Berkenaan dengan indahnya seni zapin ini, baik itu tari maupun musik pengirinnya, kata Arianto, salah satu falsafah atau nilai-nilai yang terkandung yang yang disampaikan sebagai tunjuk ajar dan harus dipetik adalah semangat kebersamaan.

Sehubungan dengan itu, melalui Semarak Zapin Serantau 2007, Arianto saya mengajak seluruh lapisan masayarakat di daerah untuk menjadikan tunjuk ajar itu sebagai roh dari prilaku kehidupan. Khususnya anak jati diri Melayu, kapan dan dimana berada. Sebab, dengan kebersamaan, lanjutnya, tak ada yang mustahil.

Dikatakannya, hanya dengan satu tekad dan keinginan yang sama, ke depan zapin benar-benar akan menjadi ikon budaya Melayu, menjadi tuan rumah dan mendapat tempat di ceruk hati setiap orang Melayu, khususnya generasi muda, melebihi apa yang ada pada saat ini.

“Begitu pula keinginan untuk menjadikan Kabupaten Bengkalis, Negeri Junjungan ini menjadi sebuah laman bermain yang besar bagi sebuah warisan yang bernama zapin. Hanya dengan kebersamaan,” urai Arianto.

Ditemui usai jamuan selamat datang, Ketua DKB yang juga ketua pelaksana Semarak Zapin 2007, H Riza Pahlefi mengatakan, puncak kegiatan seni zapin ini akan dilaksanakan Senin (3/9) malam di lapangan Tugu Bengkalis.

Dikatakan Riza para peserta dari luar Kabupaten Bengkalis yang bakal ambil bagian pada malam puncak tersebut sudah datang dan hadir pada jamuan tersebut. Diantaranya dari Majlis Pusat Kirana Seni Singapura (6 orang), PLT Awang Sambang Tanjung Balai Karimun Provinsi Kepulauan Riau (24 orang).

Kemudian, kata Riza lagi, Sanggar Putri Menunbing Bangka Barat Provinsi Bangka Belitung (19 orang), PLT Laksemana Pekanbaru (25 orang), Sanggar Sri Setaman Batam Provinsi Kepulauan Riau (22 orang), Sanggar Panglima Pelalawan (27 orang), Bandar Serai Orchestra (BSO) Pekanbaru (40 orang) serta Sanggar Tasik Bengkalis (35 orang).

“Sebelum tampil pada acara puncak, pada Minggu malam (2/9), seluruh peserta Semarak Zapin Serantau 2007 itu terlebih dahulu akan tampil di lapangan Sepakbola Desa Selatbaru Kecamatan Bantan,” terang Riza.

Masih dalam rangkai Semarak Zapin Serantau 2007, Riza menambahkan, pada Senin (3/9) pagi, akan dilaksanakan dialog khusus tentang zapin. Pada dialog bertajuk Sembang Zapin yang akan dilaksanakan di Gedung Daerah Datuk Laksemana Raja Dilaut, sejumlah pemakalah dari sejumlah perguruan tinggi akan ambil bagian.

“Antara lain, Prof Dr Mahdi Bahar S.Kar, MHum dari Sekolah Tinggi Seni Indonesia Pajang Panjang Sumatera Barat serta Raja Alfindra Shum dari Institut Seni Indonesia Yokyakarta,” terang Riza yang juga bakal menjadi pembicara pada Sembang Zapin tersebut. (Tony/rls)




Posting Terkait