Suara CS Bertambah, RZ Merugi

478 views

PEKANBARU (RiauInfo) – Berdasarkan analisa Dosen fakultas sosial dan ilmu politik kampus Rab University Yantos Sip, berbagai pasangan calon Gubernur Riau yang ada saat ini semua berpeluang untuk memenangi Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) yang dilaksanakan bulan September ini.

Tak terkecuali dari jalur independen. “Karena masing-masing calon mempunyai kemampuan ketokohan, kepartaian serta dan dikenal masyarakat,” ungkapnya Senin (9/6) di Pekanbau.

Karena itu, kata dosen ilmu politik Rab University ini susah untuk berandai-andai siapa juara sebenarnya. Yantos mengungkapkan, dari masing-masing pasangan semua mempunyai strategi jitu dalam melangkah. Misalnya pasangan Chaidir-Suryadi (CS).

Suryadi merangkul Chaidir yang notabenenya dari partai Golongan Karya agar tercipta perpecahan suara yang besar dari partai tersebut. Otomatis, perbendaharaan suara yang dimiliki Suryadi dari PDIP bisa bertambah.

Hal yang sama juga dari Thamsir-Wan. Meski belum pasti, jika kelak berpasangan tentunya akan timbul sebuah ancaman bagi pasangan lainnya. Kata Yantos, mengingat pendukung PPP cukup banyak ditambah dengan nama Demokrat yang juga partai Presiden RI Susilo Bambang Yudoyono.

Gambaran seperti ini juga sama dengan pasangan lainnya, seperti Sumardi Taher yang lewat jalur independen. Ketokohannya sebagai seorang guru dan sudah dikenal tentu saja patut perhitungkan oleh pasangan lainnya, kata Yantos.

Lalu bagaimana dengan pasanagan Rusli Zainal dengan HR Mambang Mit yang dua-dua dari incumbent. Menurut Yantos mestinya Rusli sebagai calon gubernur mendatang harus melihat dari keuntungan meraup suara jika ia merangkul Mambang. Menurutnya jika ini (Rusli dan Mambang, red) benar-benar pasangan kelak, kemungkinan sedikit merugikan Rusli.

Yantos menilai, jika suara hanya menghandalkan Golkar saja maka artinya sama saja mengambil suara yang telah ada, tetapi tidak mendapat tambahan dari sisi (partai,red) lain.

Namun apakah ini bisa menjadi acuan dalam memenangkan Pilkada mendatang, Yantos tegas mengatakan tidak. Katanya ini hanya hitung-hitungan suara dan trik dalam menentukan langkah politik. (muchtiar)

Posting Terkait