Tanjungpinang Melangkah Menuju Revitalisasi Budaya Melayu

525 views

PEKANBARU (RiauInfo) – Mengawali penyelenggaran seminar “Revitalisasi Budaya Melayu (RBM) ke-2” yang akan diselenggarakan pada tanggal 16 hingga 20 Desember 2008, Pemerintah Kota Tanjungpinang, Kepulauan Riau (Kepri), pada Senin malam (15/12), menyelenggarakan acara Welcome Party yang bertempat di Hotel Bintan Beach Resort, Tanjungpinang. 

Dalam acara yang ditujukan untuk menyambut para tamu undangan seminar tersebut, tampak hadir Menteri Pemberdayaan Perempuan RI, Prof. Dr. Meutia Hatta.

Hadir pula H. Muhammad Sani dan Hj. Aida Ismeth Abdullah (Wakil Gubernur Kepri dan Anggota DPD RI), Prof. Dr. Edi Sedyawati (Guru Besar UI dan mantan Dirjen Kebudayaan), Dr. Bisri Effendi (Peneliti Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia/LIPI), Prof. Dr. Suminto A. Sayuti (Guru Besar Universitas Negeri Yogyakarta/UNY), Mahyudin Al Mudra, SH., MM. (Pemangku Balai Kajian dan Pengembangan Budaya Melayu/BKPBM), Jan Van Der Putten, Abdul Hadi WM., dan Tommy F. Awuy (Peneliti budaya dan sastra Melayu), serta peminat dan pemerhati budaya Melayu lainnya.

Dalam sambutannya, Walikota Tanjungpinang, Hj. Suryatati A. Manan, selaku pembina seminar RBM, mengatakan bahwa acara Welcome Party ini merupakan kegiatan penyambutan para peserta seminar, baik yang berasal dari dalam maupun luar negeri, dan merupakan salah satu ajang untuk memperkenalkan dan mengakrabkan antara peserta seminar dengan panitia penyelenggara.

“Kami berharap, penyelenggaran acara seminar empat tahunan ini dapat menjadi pengukuhan jati diri Melayu dan makin meneguhkan Tanjungpinang sebagai Kota Gurindam dan Negeri Pantun,” tambah sastrawati Melayu tersebut.

Secara keseluruhan, acara Welcome Party tersebut dikemas dengan menarik. Setelah diawali dengan sambutan, berturut-turut diikuti dengan pembacaan pantun berbalas antara Prof. Dr. Meutia Hatta dengan Hj. Suryatati A. Manan, pembacaan puisi oleh Hj. Aida Ismeth Abdullah, pementasan seni “Celoteh Budak” oleh anak-anak sanggar kesenian Tanjungpinang, tari Zapin Melayu, musik Melayu, dan diakhiri dengan joged Melayu bersama, antara para penari dengan hadirin.

Di sela-sela acara, Walikota Tanjungpinang secara khusus memberikan penghargaan “Tanda Ingatan Revitalisasi Budaya Melayu 2008” kepada para budayawan dan akademisi yang dinilai telah mencurahkan perhatian dan dedikasinya pada pengembangan budaya Melayu.

Mahyudin Al Mudra, yang juga Pimpinan Umum MelayuOnline.com, WisataMelayu.com dan RajaAliHaji.com, merupakan salah satu penerima penghargaan tersebut. Ia mengungkapkan rasa syukurnya atas penghargaan yang diperoleh. Dengan penghargaan tersebut, maka dirinya selaku orang Melayu di tanah rantau mengharapkan kerjasama kebudayaan dari berbagai pihak dalam upaya pengembangan dan pelestarian budaya Melayu.

“Budaya Melayu, khususnya adat istiadat Melayu, di pelbagai daerah makin ditinggalkan oleh pendukungnya sehingga orang Melayu telah kehilangan identitas dirinya. Karena itu, budaya Melayu perlu dihidupkan kembali (direvitalisasi),” jelas pendiri BKPBM, Yogyakarta, tersebut.[b](ad)[b]



Posting Terkait