Tertarik Pelajari Pekanbaru

481 views

PEKANBARU (RiauInfo) – Delapan anggota Komisi D DPRD Kabupaten Bekasi Provinsi Jawa Barat lakukan studi banding (Stuban) ke DPRD Kota Pekanbaru. Dalam pertemuan tersebut, selain diterima oleh anggota Komisi III juga diterima Kadisnaker Darius, beberapa jajaran Kabag Dinas Kimpraswil, Kesehatan dan Disdikpora. 

Pertemuan yang langsung dipimpimpin Ketua Komisi III Muhammad Fadri AR tersebut membicarakan seputar permasalahan dan perkembangan daerah masing-masing, mulai sistem pendidikan, kesehatan, tenaga kerja. Saat itu, tampak para wakil rakyat Bekasi tersebut serius melakukan sharing informasi seputar permasalahan yang ada di daerahnya.

Disampaikan ketua rombongan dewan Bekasi, Widodo jumlah penduduk Bekasi saat ini lebih dari 2 juta jiwa, yang teridiri 182 kecamatan. APBD tahun 2007 sebesar 1,4 trilliun, tahun 2008 meningkat menjadi 1,6 trilliun. Sedangkan PAD tahun 2008 mencapai 90 milliar.

Selain itu, Widodo juga mengungkapkan tentang keinginan tahuannya dalam memenej dan mengelola perusahaan yang terdapat di daerah, seperti Cevron yang kebetulan berkantor di wilayah Pekanbaru serta dampak krisis global.

Diantara penjelasan tersebut, Kadisnaker Darius menjelaskan beberapa pemikiran pokok seputar ketenagakerja, diantaranya perusahaan yang beroperasi di wilayah Pekanbaru harus mengikutsertakan penduduk lokal atau tempatan minimal 50 persen pada lima tahun pertama. Kemudian berikutnya, saat memasuki tahun ke 7, perusahaan tersebut minimal mempekerjakan penduduk lokal menjadi 70 persen berbanding karyawan luar daerah.

Sementara dampak krisis global, Darius mengaku Pekanbaru tidak berpengaruh, khususnya soal PHK. Hal ini disebabkan Pekanbaru tidak mempunyai kawasan industri, malainkan hanya beberapa perusahaan yang numpang berkantor di wilayah Pekanbaru.

Sedangkan menyinggung penjualan barang di pasaran, diakui cukup merasakannya. Ini ribuan karyawan yang di PHK dari berbagai perusahaan yang kebetulan terletak tidak berapa jauh dari wilayah Pekanbaru adalah salah konsumtif utama, termasuk lesunya hasil perkebunan kawasan sekitar Pekanbaru, jelasnya.

Sementara seusai pertemuan Stuban itu Fadri mengatakan, anggota DPRD Kabupaten Bekasi sangat tertarik mempelajari sistem pengembangan Pekanbaru. Kota Bertuah ini dinilainya cukup berhasil dalam berbagai hal, diantaranya pendidikan, ketenagakerja dan lainnya.

Selain itu, pihak DPRD Pekanbaru pun melakukan hal yang sama. Apa yang positip akan kita jadikan acuan sebagai dasar kita, kata Fadri di Balai Payung Sekaki Kamis (11/12). (muchtiar)

 

Posting Terkait