Tunggakan Lapak Pujasera Arifin Ahmad Capai Rp 10 Juta

512 views

PEKANBARU (RiauInfo) – Dari hasil evalusi Perusahan Daerah Kota Pekanbaru yang dilakukan di ruang rapat Walikota Pekanbaru, ternyata ada beberapa perusahan yang mendapatkan koreksi dari Walikota, antara lain Perusahan Daerah Air Minum (PDAM) dan Pujasera Arifin Ahmad yang ada di jalan Arifin Ahmad Kecamatan Marpoyan Damai. 

Kedua perusahan terebut dinilai masih jauh dari optimal bahkan tunggakan lapak Pujasera Ariin Ahmad mencapai Rp10 juta. Maka dari itu, Walikota Pekanbaru berharap supaya bisa lebih baik dan dapat dimanaatkan bagi masyarakat Kota Pekanbaru kedepannya.

Hal ini diungkapkan Dirut PD Pembangunan Kota Pekanbaru, Ridwan Kepada sejumlah wartawan di Kantor Walikota Pekanbaru. Dia mengatakan, semua perusahan yang ada di Kota Pekanbaru dibahas dalam rapat termasuk pengelolaan taman labuai yang kini masih dalam pembenahan.

“Ini rapat kita yang pertama dengan Walikota Pekanbaru selama 2008 dan sebelumnya ada juga rapat tetapi hanya rapat-rapat pengawaan saja dan tidak secara lansung dilaporkan pada Walikota Pekanbaru,” ungkap Ridwan.

Lebih lanjut, Ridwan juga mengatakan bahwa sampai saat ini kondisi usaha buskota PD Pembangunan sudah berjalan dengan baik dan Taman Labuai untuk saat ini masih dalam pembenahan Pemko Pekanbaru dan PD Pembangunan. Karena bagai manapun juga taman labuai juga merupakan aset Pemko Pekanbaru yang dikelolah oleh PD Pembangunan.

Namun yang menjadi catatan yang paling krusial dari Walikota Pekanbaru saat ini, kata Ridwan adalah Pujasera Arifin Ahmad yang hingga saat ini masih jauh dari optimal. Tetapi PD Pembangunan yakin bahwa kedepanya Pujaera Arifin Ahmad bisa di optimalkan karena saat ini Pujasera Arifin Ahmad masih dalam pengawaan PD Pembangunan.

“Kita sudah melakukan pengawaan di Pujasera Arifin Ahmad itu dan kita sudah menekankan tidak ada lagi lampu remang-remang semuanya sudah memakai lampu terang,” tukasnya lagi. Seraya mengatakan bahwa semua tenda-tenda yang tidak layak di Pujasera Arifin Ahmad tersebut juga telah dibongkar.

“Nah, untuk gedung yang bagian depan Pujasera itu juga telah kita bongkar dan tunggakan lapak yang mencapai Rp10 juta itu juga sudah kita tagih menjelang Ramadhan kemaren dan sekarang kondisi Pujasera Arifin Ahmad sudah normal hanya tinggal bagai mana untuk mengoptimalkanya kembali,” tuturnya mengakhiri. ( (muchtiar)

 

Posting Terkait