Wardah Luncurkan Buku 15 Warsa Barli Asmara

261 views

Jakarta (Riauinfo)  – Wardah, brand kosmetik yang percaya pada sosok “Inspiring Beauty” kembali menunjukan konsistensi dukungan terhadap industrifashion Indonesia dengan mewujudkan apresiasi tinggi dalam peluncuran buku Lima Belas Warsa Barli Asmara, Di antara Gemerlap Ornamentasi tepat di ajang Jakarta Fashion Week (JFW) 2017. Bentuk dukungan ini disampaikan Wardah yang juga menjadi official make up Jakarta Fashion Week (JFW) 2017 di The Atrium, Senayan City.

Peluncuran buku ini bukan merupakan dukungan yang pertama bagi Wardah untuk sosok Barli Asmara. Dukungan Wardah dimulai dari ajang New York Couture Fashion Week 2015, Jakarta Fashion Week 2016, dan banyak dukungan lainnya hingga diterbitkannya buku Lima Belas Warsa Barli Asmara, Di antara Gemerlap Ornamentasi.

“Kami bangga atas pencapaian yang telah diraih Barli Asmara selama 15 tahun berkarya. Bagi kami, Barli Asmara lebih dari fashion deisgner berbakat dan inspiratif. Terbukti karya nyatanya telah mendunia dan konsisten berstandar mutu tinggi serta tetap memegang teguh originalitas. Selamat kepada Barli Asmara, semoga bukunya kelak dapat bermanfaat dan terus menginspirasi khalayak ramai,” tutur Marketing Director Wardah, Salman Subakat.

Sementara buku Lima Belas Warsa Barli Asmara, Di antara Germelap Ornamentasi ini dijabarkan secara detail dan mendalam dengan menceritakan perjalanan karirnya yang konsisten dalam membangun masa depannya diduniafashion selama 15 tahun. Tiap bagian dijelaskan dengan lugas oleh Barli Asmara yang dikenal istiwewa, rendah hati dan memliki aspirasi tinggi ini.

Tak hanya itu saja, buku yang terbagi dalam 17 bagian ini sangat beralur memainkan emosi dari pencapaian sosok Barli kecil yang sudah cinta dengan industri fashion. Rintangan dan halangan pun bukan menjadikan Barli Asmaraberhenti untuk mewujudkan impiannya, namun semua itu dijadikannya bagian dari perjalanan hidup. Hingga semua ikut mendukung dirinya untuk menetapkan eksistensinya di industri fashion yang telah membesarkan namanya sampai saat ini.

“Perjalanan 15 tahun berkarya di dunia fashion ini saya jalani dengan penuh tekad dan tentunya saya tidak seorang diri. Saya bersyukur orang-orang disekitar saya ikut mendukung; kehadiran keluarga, sahabat dan juga para brand sangat penting membantu saya untuk mewujudkan kreasi dan menciptakan karya-karya inspiratifyang orisinil,” jelas Barli Asmara.

Barli pun menambahkan di kesempatan kali ini lewat buku bertajuk Lima BelasWarsa Barli Asmara, Di antara Germelap Ornamentasi dirinya ingin berterimakasih kepada mereka yang senantiasa ikut mendukung perjalanan karirnya hingga kini.

Syahmedi Dean merupakan salah satu sosok yang cukup berperan dalam mewujudkan bukunya yang bertajuk Lima Belas Warsa Barli Asmara, Di antara Gemerlap Ornamentasi, Dean biasa disapa merupakan author dari buku tersebut. Dalam buku ini ikut dijelaskan pula kisah-kisah Barli bersama orang-orang terdekatnya.

“Semua ini berawal dari mimpi yang diucapkan, dari ucapan menjadi doa, lalu doa menjadi kenyataan. Maka terwujudlah buku Lima Belas Warsa Barli Asmara, Di antara gemerlap Ornamentasi, terima kasih atas dukungannya.” tutup Barli Asmara.

Pria kelahiran Bandung, 3 Maret 1978 itu mengawali debutnya industri fashion pada tahun 2002 dan sudah melahirkan berbagai label mode dari tangan dinginnya, sebut saja Barli Asmara Couture yang fokus pada handmade product, BARLI by Barli Asmara, BarliAsmara Uniform, dan B by Barli Asmara lini yang rancangannya dikhususkan untuk busana muslim. Tak hanya bermain di ranah lokal, Barli juga memiliki Aaliah Asmara yang merupakan label made by order yang hanya berada di Brunei Darussalam.

 Tidak hanya kalangan artis yang pernah mengenakan karyanya, Presiden Jokowi pun sebagai orang nomor satu Indonesia pernah mengenakan karya rancangan Barli. 

 Kekuatan karakter rancangan yang dimiliki oleh designer yang tergabung dalam Ikatan Perancang Mode Indonesia (IPMI) sejak tahun 2011 ini terletak pada detail hand-made, baik dari segi tekstur bahan yang digunakan, bordir, maupun pengolahan payet, seperti macrame, smocked, sulaman, dan fringe atau biasa yang dikenal dengan istilah craftmanship.

 Era fashion 30-an, kemajuan teknologi, dan arsitektural juga menjadi basis inspirasi seorang Barli Asmara. Tak ayal jika rancangannya yang kuat akan karakter craftmanship kerap dipadu-padankan dengan design nan modern dan edgy untuk menampilkan karakter wanita yang sophisticated, educated, dan klasik. Designer yang menjadikan warna hitam sebagai dasar kanvas untuk berkreasi ini memang dikenal memiliki rancangan dengan signature style klasik. (Tuti Kirana Dewi/Herman Ami)

 

 

 

Posting Terkait