Waspada Wabah Virus Zika di Singapura

HM Budi Hidayat KKP Kelas II

PEKANBARU (RiauInfo) – Mewabahnya virus zika di negara tetangga, Singapura, membuat rakyat Indonesia harus waspada, terutama warga Provinsi Riau yang sangat berdekatan dengan negara tersebut. Kepala Kantor Kesehatan Pelabuhan Kelas II (KKP Kelas II) Pekanbaru, Dr. H. M. Budi Hidayat menyampaikan kekhawatirannya dengan membuat langkah-langkah kewaspadaan terhadap penyebaran virus zika ini pada (30/8).

“Langkah kewaspadaan penyebaran zika adalah Detect, Respon, and Report”, kata Budi. Pengawasan dilakukan terhadap para penumpang pesawat udara dan kapal laut yang berangkat dari Singapura menuju Pekanbaru, baik terhadap orangnya, barang dan alat angkutnya.

Untuk mengetahui lebih dalam mengenai virus zika, RiauInfo melakukan wawancara dengan Dr. H. M. Budi Hidayat, sebagai berikut:

 

Apakah Virus zika itu :

Virus Zika merupakan salah satu virus dari jenis Flavivirus, dari kelompok Arbovirus dan memiliki kesamaan dengan virus dengue yang ditularkan melalui gigitan nyamuk.

Virus ini diduga mampu menyebabkan cacat otak pada bayi yang baru lahir

 

Gejala Infeksi Zika Virus?

Beberapa pakar melihat adanya banyak kesamaan gejala antara demam berdarah dengan demam Zika.

Keduanya sama-sama diawali dengan :

  • Demam yang naik turun serta rasa linu hebat pada persendian dan tulang.
  • Kadang juga disertai mual, pusing, rasa tidak nyaman di perut dan disertai rasa lemah dan lesu yang hebat.
  • Beberapa kesamaan sebagai gejala awal membuat penyakit ini diidentifikasi secara keliru dengan penyakit demam berdarah.

Beberapa gejala khas yang bisa membedakan keluhan infeksi Zika Virus dengan penyakit demam berdarah antara lain:

  • Demam cenderung tidak terlalu tinggi,
  • kadang maksimal hanya pada suhu 38 derajat celcius. Cenderung naik turun sebagaimana gejala demam berdarah, tetapi tidak terlalu tinggi.
  • Muncul beberapa ruam pada kulit yang berbentuk makulapapular atau ruam melebar dengan benjolan tipis yang timbul.
  • Kadang ruam meluas dan membentuk semacam ruam merah tua dan kecoklatan yang mendatar dan menonjol.
  • Muncul rasa nyeri pada sendi dan otot, kadang disertai lebam dan bengkak pada sendi dan otot seperti terbentur dan keseleo ringan.
  • Kerap muncul keluhan infeksi mata menyerupai konjungtivitas dengan mata kemerahan. Kadang warna sangat kuat pada bagian dalam kelopak sebagai tanda munculnya ruam pada bagian dalam kelopak mata
  • Berlangsung selama 2 s/d 7 hari dan sering sembuh dengan sendirinya tanpa pengobatan medis.

 

Bagaimanakah Cara Penularan Virus Zika?

  • Virus zika ditularkan melalui gigitan nyamuk Aedes.
  • Nyamuk bisa terinfeksi virus zika jika menghisap darah seseorang yang terjangkit, dan nyamuk yang terinfeksi bisa menyebarkan virus ke orang lain.
  • Virus zika juga dapat menyebar melalui darah dari ibu hamil ke bayi yang di kandungnya, tranfusi darah dan melalui hubungan sex.

 

Siapa Saja yang berisiko terinfeksi virus zika?

  • Siapa pun yang tinggal atau mengunjungi area yang diketahui terdapat virus zika memiliki risiko terinfeksi virus zika.

 

Bagaimana Pencegahan Penularan Infeksi Zika Virus?

  • Mencegah kontak dengan nyamuk dengan menggunakan kelambu saat tidur dan obat anti nyamuk.
  • Melakukan pemberantasan sarang nyamuk {3M Plus}. Menaburkan bubuk larvasida pada tempat penampungan air
  • Prilaku hidup bersih sehat {PHBS}.

 

Bagaimana pengobatannya?

Belum ada vaksin atau pengobatan yang mampu mencegah dan mengobati infeksi virus zika

Penanganan paling efektif adalah :

  • Dengan meningkatkan asupan vitamin C, E, B, dan A dalam tubuh untuk memicu sistem imunitas membentuk perlawanan alami terhadap Zika Virus.
  • Istirahat cukup
  • Minum yang cukup agar tidak dehidrasi
  • Minum obat obatan yang dapat mengurangi demam atau nyeri

 

Situasi Virus Zika di Singapura

Tanggal 28 Agustus 2016

Otoritas Kesehatan Singapura telah mengonfirmasi sebanyak :

  • 41 orang telah terinfeksi virus zika
  • (36 orang diantaranya pekerja konstruksi asing)
  • 34 orang dinyatakan telah sehat
  • 7 orang masih di rawat di RS Tan Tock Seng.
  • 1 orang diantara yang masih dirawat di konfirmasi merupakan kasus pertama penularan virus zika secara lokal karena diketahui yang bersangkutan tidak bepergian ke daerah yang terjangkit zika.

Tanggal 30 Agustus 2016

  • 82 orang terinfeksi virus zika

(Tony)

virus zika

Posting Terkait